Sabtu, 27 Desember 2008
Kamis, 11 Desember 2008
Unit Link jadi Alternatif

Selanjutnya, premi lanjutan Unitlink pada semester pertama 2008 besarnya 2,9 triliun rupiah. Pada 2007 premi kategori ini angkanya sebesar Rp 1,5 triliun.
Sementara itu, melalui Forum Direktur Keuangan CFO, AAJI tengah menggarap usulan ke pemerintah untuk pemberian keuntungan pajak bagi pemegang polis investasi jangka panjang.
Minggu, 07 Desember 2008
Siapkan Harta untuk Anak Anda

Sabtu, 06 Desember 2008
Asuransi Jiwa :::: DEMI MASA DEPAN
Indonesia merupakan salah satu negara dimana kebanyakan penduduknya masih kurang sadar akan perlunya asuransi, terutama asuransi jiwa. Istilahnya, belum asuransi minded. Kebanyakan malahan lebih ingin mengasuransikan barang-barangnya seperti mobil rumah dll daripada jiwanya. Membicarakan asuransi jiwa memang sepertinya masih agak tabu di Indonesia, karena membicarakan mengenai hal yang sangat tidak diinginkan, yaitu kematian.

Padahal, seperti yang biasa saya katakan, resiko itu bukannya untuk dihindari, tetapi untuk di-manage. Kematian tidak dapat dihindari. Setiap orang pasti meninggal dunia. Nah, dengan asuransi jiwa, kita dapat memanage resiko kematian kita dengan meninggalkan hal-hal yang berharga dan bermanfaat bagi keluarga yang kita tinggalkan ketika meninggal. Jadi, kalau berbicara asuransi jiwa, mohon buka pikiran Anda untuk dapat membicarakan mengenai kematian.
Kalau di negara-negara maju seperti Amerika, kebanyakan penduduknya sudah sadar akan pentingnya asuransi sehingga seringkali mereka mencari sendiri asuransi, bahkan tanpa ditawari oleh agen asuransi.
Nah, perlukah asuransi jiwa? Menurut saya, asuransi jiwa itu penting sekali. Kenapa? Berikut ini beberapa contoh kasus:
- Dengan memiliki asuransi jiwa, saya sudah memberikan bekal untuk keluarga saya apabila saya meninggal dunia, dimana perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang (uang pertanggungan) kepada ahli waris saya, dalam hal ini keluarga saya. Uang tersebut dapat digunakan untuk biaya sekolah anak-anak saya dll.
- Apabila saya mengalami cacat tubuh dan tidak dapat bekerja lagi, saya juga akan mendapatkan uang pertanggungan dari perusahaan asuransi untuk bekal hidup saya.
Itu adalah 2 contoh paling umum dari asuransi jiwa. Apabila diperluas lagi, sesuai produk masing-masing perusahaan asuransi, masih banyak lagi manfaat-manfaat dari asuransi jiwa, diantaranya:
- Ketika saya terdiagnosa terkena penyakit kritis, perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang untuk biaya pengobatan saya. Jenis penyakit kritis berbeda untuk setiap perusahaan asuransi, tapi yang umum itu seperti stroke, penyakit jantung dll.
- Selain mendapatkan biaya pengobatan, saya juga bisa dibebaskan dari premi, sehingga apabila saya harus bayar premi selama 10 tahun dan di tahun ke-2 saya terdiagnosa penyakit kritis, maka untuk 8 tahun selanjutnya saya tidak perlu lagi membayar premi dan malahan perusahaan asuransi yang balik membayarkan premi saya, sehingga tabungan saya di asuransi tersebut tetap berjalan.
- Masuk rumah sakit? Biayanya diganti oleh perusahaan asuransi. Harap diingat bahwa jumlah uang yang diganti belum tentu 100%, tergantung dari produk asuransinya.
Nah, itu hanya sebagian kecil saja dari manfaat-manfaat asuransi yang bisa Anda dapatkan ketika Anda beli asuransi jiwa. Tapi manfaat-manfaat tersebut biasanya terdapat dalam produk-produk asuransi modern yang sudah dipaketkan. Apabila Anda membeli jenis asuransi jiwa tradisional, biasanya manfaat-manfaat yang Anda dapatkan hanya seperti pada contoh yang pertama di atas.
Asuransi jiwa masa kini biasanya sudah digabungkan dengan produk investasi. Jadi selain Anda mendapatkan manfaat-manfaat asuransi, Anda juga sekaligus menabung. Uang Anda yang dapat dicairkan itu disebut dengannilai tunai. Jadi ketika Anda meninggal, ahli waris Anda akan mendapatkan uang pertanggungan plus nilai tunai polis asuransi Anda.
Contoh kasus lain dari manfaat asuransi:
- Anda punya hutang yang besar, lalu Anda meninggal. Siapa yang harus melunasi hutang itu? Tentunya keluarga Anda yang akan ditagih kan? Nah, uang pertanggungan yang dibayarkan perusahaan asuransi kepada keluarga Anda bisa digunakan untuk membayar hutang. Harap diingat ini adalah skenario yang sangat buruk! Bebaskan diri Anda dari hutang! Makanya mulai menabung sedini mungkin… Lebih baik Anda memberikan warisan berupa uang yang bisa dipakai untuk keperluan lain kan daripada dipakai untuk membayar hutang?
- Anda punya karyawan yang sangat bagus kerjanya. Anda asuransikan karyawan Anda tersebut. Lalu karyawan Anda itu meninggal, maka Anda punya uang untuk menutupi kerugian perusahaan sambil mencari karyawan baru.
Itulah sekilas mengenai manfaat asuransi jiwa. Singkat sekali, tapi semoga bagi Anda yang belum punya asuransi jiwa atau yang selama ini anti asuransi jiwa bisa memahami pentingnya asuransi jiwa bagi diri Anda dan keluarga.
Kebutuhan vs Keinginan

Hati-hati kalau Anda tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Karena kalau Anda tidak bisa membedakan yang mana itu yang masuk sebagai kebutuhan dan yang mana yang sebenarnya masuk sebagai keinginan, bisa-bisa Anda menjadi orang yang boros.
Dan boros ini bisa menjadi biang masalah dalam keuangan Anda. Dengan hidup boros, lama kelamaan bisa terjadi defisit. Pemasukan Anda sudah tidak mampu lagi membiayai pengeluaran yang terus membesar karena sifat boros. Dan kalau sudah defisit, seringkali mencari jalan keluar yang singkat yaitu dengan berhutang. Hutang, apalagi yang berbunga, bisa membuat Anda bangkrut. Dan bangkrut itu adalah akhir dari nasib keuangan Anda.
Karena tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, maka dengan ringannya Anda bisa mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli sesuatu. Padahal mungkin uang itu akan lebih bermanfaat kalau sekiranya digunakan untuk hal lainnya.
Tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan juga bisa membuat Anda tidak bisa menentukan dengan baik prioritas dalam melakukan pembelanjaan. Malah, bisa jadi Anda mengorbankan suatu kebutuhan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.
Apa sih bedanya antara kebutuhan dan keinginan?
Sebenarnya tidak ada batasan yang pasti untuk menentukan perbedaan antara kebutuhan atau keinginan. Tapi sebagai panduan, seroang kawan saya memberi definisi berikut:
Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada diantara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera.
Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.
Itu kalau kita lihat dari segi kepuasan atau kesejahteraan seseorang. Tapi yang namanya kesejahteraan dan kepuasan juga sangat relatif bagi setiap orang. Sedangkan saya sendiri berpendapat bahwa untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya. Sesuatu dikatakan sebagai keinginan kalau sudah merupakan tambahan atas fungsi utamanya.
Contoh sederhana, makan adalah kebutuhan yang tidak terelakan. Bukan cuma manusia, setiap makhluk hidup butuh yang namanya makan. Makan akan memberikan tenaga dan kesehatan bagi manusia, maka makan makanan yang bergizi adalah kebutuhan kita semua.
Makanan memiliki fungsi utama sebagai sumber energi untuk tubuh. Sedangkan memberikan rasa enak adalah fungsi tambahan dari makanan. Maka makanan enak adalah keinginan, bukan kebutuhan. Tapi bukan berarti tidak boleh makan makanan yang enak-enak. Hanya saja kita perlu mempertimbangkan dulu apakah pengeluaran untuk makanan enak itu akan mengorbankan kebutuhan yang lain atau tidak.
Contoh lain. Berpakaian adalah kebutuhan kita agar terlindung dari cuaca. Pakaian juga berfungsi untuk menjaga aurat yang musti kita jaga. Bagi sebagian orang mungkin memang dibutuhkan untuk berpakaian dengan jenis tertentu untuk kepantasannya, seperti memakai dasi atau jas. Tapi apakah perlu memakai pakaian yang bermerk dan mahal? Saya rasa pakaian bermerk dan mahal bukan lagi kebutuhan, tapi keinginan saja.
Rumah juga kebutuhan, tempat kita tinggal dan bernaung. Agar rumah bisa berfungsi dengan baik, rumah juga ditunjang dengan berbagai perlengkapan rumah tangga seperti televisi, kulkas, dan perabotan lainnya. Setiap alat dan perabotan itu memiliki fungsinya masing-masing. Selama itu digunakan sesuai dengan fungsinya, itu adalah kebutuhan. Tapi kalau sudah digunakan untuk “pamer”, sekedar menunjukkan kepada tetangga bahwa kita pun mampu membeli seperti mereka. Saya rasa itu bukan lagi kebutuhan, itu hanya keinginan. Dan keinginan seperti ini sebaiknya tidak dituruti.
Standar kebutuhan dan keinginan bagi setiap orang bisa jadi berbeda. Tentunya sangat tergantung dari kondisi lingkungan, aktivitas harian, tuntutan pekerjaan/profesi dan sebagainya.
Bagi sebagian orang, mobil sudah merupakan kebutuhan. Untuk bisa menunjang aktifitasnya yang banyak di luar rumah dan sering bepergian, maka mobil adalah alat transportasi yang menjadi kebutuhan. Jika fungsi mobil adalah untuk alat transportasi, membawa kemana kita akan pergi.
Tapi seringkali kita punya keinginan untuk menambah berbagai macam aksesories mobil, bukan untuk menambah kenyamanan atau kemanan berkendara, tapi hanya sekedar mempercantik penampilannya saja. Saya rasa itu bukan kebutuhan, itu cuma keinginan saja. Dan keinginan ini bisa ditunda kalau semua kebutuhan yang lain sudah terpenuhi dengan baik.
Apalagi memiliki beberapa jenis mobil, padahal kita hanya bisa menggunakannya satu saja. Saya rasa itu sudah jelas keinginan, sama sekali bukan kebutuhan.
Kalau kita sudah bisa membedakan yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan maka kita bisa menentukan prioritas, mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda.
Tidak ada salahnya memang kita memenuhi keinginan kita untuk sekali-kali makan di restoran untuk merayakan sesuatu, atau memasang aksesori mobil agar lebih aman dan nyaman. Tapi ingat, jangan sampai hal iu mengorbankan kebutuhan kita yang lain yang lebih penting.
Walaupun mungkin kini Anda merasa mampu untuk memenuhi semua keinginan Anda, tapi kita tetap harus bijaksana, jangan sampai lupa akan kebutuhan di masa yang akan datang. Kita harus mempersiapkan dana pensiun kita agar bisa menikmati hari tua dengan tenang, kita juga harus mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anak kita, dan itu semua adalah kebutuhan masa depan yang harus disiapkan sejak sekarang.
Yang harus diingat adalah, jangan sampai memenuhi keinginan dengan mengabaikan kebutuhan. Dan jangan sampai melupakan bahwa kebutuhan tidak musti semua datang sekarang, karena masih ada kebutuhan untuk dipenuhi di masa depan. Sedangkan yang namanya keinginan manusia tidak akan pernah ada batasnya, nanti atau sekarang.
Jadi, buat apa memenuhi keinginan Anda sekarang tapi mengorbankan kebutuhan Anda dan keluarga di masa depan.
Selasa, 11 November 2008
Life Brighter under the Sun
Sun Life Financial is a leading international financial services organization providing a diverse range of protection and wealth accumulation products and services to individuals and corporate customers. Chartered in 1865, Sun Life Financial and its partners today have operations in key markets worldwide, including Canada, the United States, the United Kingdom, Ireland, Hong Kong, the Philippines, Japan, Indonesia, India, China and Bermuda. As of September 30, 2008, the Sun Life Financial group of companies had total assets under management of CDN$389 billion.
Sun Life Financial Inc. trades on the Toronto (TSX), New York (NYSE) and Philippines (PSE) stock exchanges under ticker symbol SLF.
Third Quarter 2008, Supplementary Financial Information for period ended September 30, 2008
Sabtu, 01 November 2008
Di usia 20 sampai 30 tahun





