Mengapa perencanaan hari tua harus dipersiapkan sejak dini?
Yuk kita Lihat faktanya…
Biaya Hidup :
Kebutuhan hidup saat ini sekitar Rp. 5juta/bulan, dengan inflasi 10% pertahun, maka 20 tahun yang akan datang kebutuhan hidup akan menjadi Rp. 33.6juta/bulan
Harapan Hidup :
Angka harapan hidup yang semakin tinggi, ditunjang
dengan kesadaran pola hidup sehat masyarakat yang makin membaik dan peralatan kesehatan yang semakin canggih, sebanding dengan kebutuhan pada hari tua yang semakin besar.
Kesehatan :
Kondisi Kesehatan semakin menurun pada usia tua
Biaya kesehatan semakin meningkat
Fluktuasi Pasar :
Perlu antisipasi resiko investasi atas dana hari tua, dimana dibutuhkan sarana berinvestasi yang seminimal mungkin berpengaruh terhadap inflasi
Meninggal dunia :
Dipastikan pada usia berapapun meninggal dunia, ahli waris, anak-anak ataupun keluarga yang ditinggalkan dapat melanjutkan hidup
sama baiknya atau lebih baik dari pada ketika pencari nafkah masih hidup.
Dan tahukah……, berdasarkan survey SOLAR, yaitu studi yang ditujukan untuk mempelajari cepatnya perubahan yang terjadi pada prilaku dan fokus perhatian masyarakat Asia, termasuk Cina, India, Philipina, dan hongkong dengan cakupan topik seperti sikap dan pandangan hidup…..
Hanya 5% orang yang mampu menyiapkan hari tuanya dan menjamin kelangsungan kehidupan keluarga serta menjamin pendidikan anak-anaknya tetap berlangsung !!!!

Sumber: Statistic Released by Labour Dept. of USA
Masyarakat Indonesia masih memiliki pola pikir yang konservatif terhadap investasi. Berdasarkan riset, dari 44 persen responden, batasan waktu untuk ‘jangka panjang’ adalah 10-20 tahun sementara 25 persen responden mengartikannya sebagai lebih dari 20 tahun.
Berbeda dari Indonesia, di antara beberapa pasar yang telah disurvei, Cina memiliki definisi yang paling pendek untuk istilah jangka panjang, dengan hanya 22 persen responden Cina yang mengartikannya lebih dari 10 tahun, mencerminkan sikap bahwa investasi merupakan cara untuk meningkatkan penghasilan dan menjadi kaya. Hampir sama, hanya 27 persen dari responden di Hong Kong yang menafsirkan jangka panjang sebagai periode waktu lebih dari 10 tahun serta empat dari sepuluh yakin bahwa itu adalah kurang dari 5 tahun.
Memberikan definisi istilah jangka panjang yang terlama, di India, negara terkuat Asia lainnya, masyarakat memiliki berkeinginan untuk menjadi ‘kaya secara perlahan – dengan 46 persen responden menyatakan bahwa batasan waktu untuk jangka panjang adalah 10 hingga 20 tahun dan 32 persen menyatakan bahwa hal tersebut adalah lebih dari 20 tahun.
Sun Life Financial mendapatkan bahwa masyarakat Asia memiliki perbedaan pilihan dalam menentukan instrumen investasi yang konservatif dan agresif. Di Hong Kong dan Cina, berinvestasi pada ekuitas, saham dan derivatif adalah pilihan yang lebih populer. Hal ini ditunjukkan oleh 91 persen dan 62 persen dari masing-masing populasi yang telah disurvei, dibandingkan dengan rata-rata regional yang hanya mencapai 35 persen. Akan tetapi, di Filipina, Indonesia, India, terdapat tidak lebih dari 10 persen responden yang menyatakan berinvestasi secara aktif pada produk tersebut. Nasabah di keseluruhan pasar Asia memiliki rangkaian portofolio investasi yang beragam dan pilihan yang paling disukai di berbagai negara tersebut adalah tabungan (89 persen), asuransi (67 persen), deposito berjangka atau tetap (55 persen) dan ekuitas, saham atau derivatif (35 persen). Pilihan investasi pada produk asuransi di Hong Kong dan India mencapai di atas rata-rata negara lainnya – masing-masing sebesar 87 persen dan 75 persen.
Riset SOLAR dilakukan dengan metode wawancara langsung terhadap 1.800 responden di sembilan kota besar yang tersebar di Cina, India, Filipina, Indonesia dan Hong Kong. Target responden dari survei ini adalah laki-laki dan wanita dengan tingkat sosial ekonomi di atas tingkat menengah atas, telah menikah ataupun lajang, berusia 25-45, dan mereka semua adalah pengambil keputusan dalam menentukan hal terkait masalah keuangan. Tujuan Sun Life mengembangkan riset ini adalah untuk membangun suatu pemahaman atas para nasabah di pasar Asia, khususnya yang berhubungan dengan perencanaan hidup dan asuransi.
Riset SOLAR dilaksanakan pada kuartal keempat 2007 dengan tujuan untuk mendukung strategi bisnis Sun Life Financial Asia dalam mewujudkan misi dan visinya untuk mencapai pertumbuhan positif (profit) dengan berfokus pada nasabah, diferensiasi produk dan jalur distribusi penjualan yang variatif.
So…., tunggu apa lagi….., mulailah berpikir untuk kelangsungan hidup diri sendiri dan orang-orang yang dikasihi, keluarga.
