Di usia segini, terbilang masih muda, masih penuh harapan, dan sedang tinggi-tingginya memulai suatu cita-cita...
Masa dimana ingin coba sesuatu yang baru, yang tren, yang menjanjikan masa depan, dan masa dimana banyak juga godaan, kekecewaan, dan pencarian jati diri.
Masa dimana baru lulus kuliah, cari kerja, eksperimen, terima gaji pertama, banyak tawaran-tawaran menarik, dan pencarian pasangan hidup.
Masa dimana banyak kebutuhan, banyak pengeluaran, mengikuti tren model baru, gaya gaul baru, seiring dengan masuknya berbagai teknologi yang memudahkan mengakses kesemuanya itu.
Masa dimana kadang kita lupa sesaat akan masa depan, masa depan terasa masih jauh, dan terlena untuk menikmati saja masa sekarang ini untuk memanfaatkan apa yang ada di depan mata.
***
Hanya 10 tahun saja....., masa itu akan berganti dengan masa dimana tanggungjawab yang lebih besar diperlukan, untuk bertanggungjawab terhadap diri sendiri, mulai memikirkan keluarga (orang tua, suami/istri, dan anak-anak. Pada masa inilah kadang terasa perlunya biaya tambahan untuk hidup, memenuhi kebutuhan keluarga, memenuhi kebutuhan sekolah, memenuhi kebutuhan pangan dan papan, dan keinginan untuk berinvestasi demi masa depan yang lebih terarah.
Masa ini juga mulai datang berbagai isu dan tren tentang penyakit, kesehatan lingkungan, yang sebenarnya sudah ada sejak dulu, namun baru disadari menjelang masa remaja hilang.
Pada masa di atas 30 tahun inilah, yang biasa terjadi adalah dimulainya program kesehatan, pelestarian lingkungan, menabung, asuransi, investasi, dan lain-lain, namun pada masa ini jugalah pengeluaran rutin sedang tinggi-tingginya....
Kita kembali ke usia 20 sampai 30 tahun....
Seandainya saja masa ini dapat berulang, tentu saya akan melakukan hal-hal baik yang "lupa" saya lakukan....
Menjaga kesehatan, menjaga lingkungan, dan mulai bertanggungjawab terhadap diri sendiri dengan perencanaan masa depan yang lebih terarah.
:( ;( :(
Banyak cara untuk merencanakan masa depan di usia 20-30 dengan lebih baik...., diantaranya....tabungan dana pensiun dan tabungan kesehatan.
Ini adalah contoh perencanaan dana pensiun mencakup program kesehatan hampir seumur hidup (sampai umur 88 tahun), asuransi kecelakaan, santunan penyalit kritis, dan program meninggalkan warisan untuk anak kelak...., untuk wanita generasi muda usia 25 tahun...
Singkatnya...., dengan premi Rp 5.000.000,- (Lima juta rupiah) pertahun selama 5 tahun, total premi Rp. 25.000.000,- (Dua puluh lima juta rupiah), maka BENEFIT yang didapatkan wanita generasi muda usia 25 tahun adalah:
Pengembalian biaya rumah sakit sebesar Rp. 450.000,- permalam dalam kurun waktu 120 hari setahun, dengan tambahan Rp.600.000,- jika masuk ICU, dan tambahan biaya operasi (tergantung jenis operasinya)
Asuransi kecelakaan sebesar Rp 100.000.000,- jika hidup, dan Rp.200.000.000,- jika meninggal, diberikan pada ahli waris.
Santunan diberikan jika terdeteksi salah satu dari 40 penyakit kritis, sebesar Rp.50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah) tanpa mengurangi benefit pensiun
Tersedia dana pensiun di usia 55 tahun, sebesar kurang lebih Rp.1.300.000.000,- (Satu Milyar tiga ratus juta rupiah)
dan...
Tersedianya dana Minimal RP.100.000.000,- (Seratus juta rupiah) untuk diberikan pada ahli waris jika meninggal dunia, demi kelangsungan dan kesejahteraan hidup ahli waris.
So, tunggu apa lagi para wanita generasi muda Indonesia, saatnya untuk mulai merencanakan kemapanan finansial kaum wanita....