Kamis, 11 Desember 2008

Unit Link jadi Alternatif


JAKARTA, SENIN 20 Oktober 2008 — Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengimbau masyarakat untuk memilih investasi jangka panjang terkait dengan krisis finansial global saat ini. "Ini saatnya untuk melakukan investasi jangka panjang," kata Ketua Umum AAJI Evelina Pietruschca.

Lebih lanjut, Ketua Bidang Keanggotaan dan Humas AAJI Randy Lianggara menambahkan, meskipun berinvestasi jangka panjang, masyarakat harus tetap berpedoman untuk meraih pendapatan tinggi. "Unilink adalah alternatif yang bisa dipilih," kata Randy.

Data AAJI menunjukkan premi produksi baru Unitlink pada semester pertama 2008 mencapai Rp 8,01 triliun. Tahun lalu angkanya berada pada posisi Rp 4,5 triliun.

Selanjutnya, premi lanjutan Unitlink pada semester pertama 2008 besarnya 2,9 triliun rupiah. Pada 2007 premi kategori ini angkanya sebesar Rp 1,5 triliun.

Sementara itu, melalui Forum Direktur Keuangan CFO, AAJI tengah menggarap usulan ke pemerintah untuk pemberian keuntungan pajak bagi pemegang polis investasi jangka panjang.

(sumber www.kompas.com)

Minggu, 07 Desember 2008

Siapkan Harta untuk Anak Anda

Sebagian dari Anda yang membaca judul di atas mungkin heran, kok kayaknya judulnya bombastis sekali. 
Betul, kan? Merencanakan harta untuk anak berarti Anda melakukan perencanaan mengenai harta apa saja yang akan Anda berikan untuk anak Anda kelak. Entah ketika dia sudah dewasa atau saat menikah. 
Contohnya sederhana saja: banyak orangtua yang memberikan kendaraan untuk anak mereka yang sudah masuk masa kuliah atau sekolah. Alasannya, tentu dengan mobil atau motor, perjalanan ke kampus jadi lancar.

Mungkin Anda berpikir, jangankan harta untuk anak, harta untuk diri sendiri saja tidak banyak. Jadi, buat apa direncanakan segala? Jangan salah paham dulu. Yang namanya harta itu tidak selalu harus mahal, seperti kendaraan atau rumah, tetapi bisa berupa perhiasan, perabotan, atau uang tunai. Uang dengan jumlah tertentu mungkin bagi Anda tidak banyak, tetapi bagi anak akan bermakna lain. Yang namanya harta juga bukan berarti selalu materi, tetapi bisa juga nonmateri. Contohnya pendidikan.

Jadi, sudahkah merencanakan harta untuk anak Anda? Mungkin untuk nonmateri, hampir semuanya sudah, ya. Bagaimana dengan perencanaan harta yang sifatnya materi? Nah, kalau Anda belum menyiapkan, coba deh dari sekarang diniatkan. Apa saja yang akan Anda siapkan untuk anak Anda. Mulai dari kapan Anda akan menyediakan kendaraan untuknya. Apakah Anda akan memberikan uang tunai ketika dia menikah nanti. Atau apakah Anda akan membelikannya rumah kelak.

Satu hal yang harus diingat, dalam mempersiapkan harta bagi anak, terutama yang sifatnya materi, tidak ada yang salah atau benar. Artinya, tidak ada keharusan bahwa Anda sebagai orangtua harus membelikannya ini atau itu karena itu semua betul-betul sangat bergantung dari situasi dan kondisi Anda masing-masing.

Namun, ada pepatah menarik, "uang tidak dibawa mati". Jadi, kenapa Anda tidak mulai merencanakan untuk memberikan anak Anda sebagian dari harta Anda? Entah harta yang sudah Anda miliki sekarang, atau harta yang mungkin Anda siapkan khusus untuknya. Jangan lupa kalau Anda mau mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari, maka biasanya beban Anda akan jauh lebih ringan. Jadi, kenapa Anda tidak mempersiapkan harta itu sejak sekarang?

Harta yang bisa disiapkan untuk anak, sekarang maupun nanti: 
Harta yang bisa diberikan sekarang adalah komputer. Kenapa harus komputer? Iyalah, dengan belajar komputer sejak dini, paling tidak, anak Anda akan punya keterampilan berkomputer yang bisa sangat bermanfaat ketika dia besar nanti. Biarkan saja kalau anak Anda sering main game. Game itu bagian dari kreativitas, kok.

Harta yang bisa diberikan nanti, tapi bisa disiapkan sejak sekarang: 
1. Uang Tunai 
Dengan menabungkan uang tunai bagi anak, paling tidak Anda sudah mempersiapkan diri kalau-kalau si anak mengalami kondisi darurat yang membutuhkan uang tunai kelak. 
Plus lagi, uang tunai sering diberikan orangtua bagi anaknya yang baru saja menikah lho. Yah, minimal Anda siapkan sajalah. Kalaupun anak Anda bisa mengumpulkan uang tunai sendiri, ya syukur. Kalau tidak bisa, Anda toh bisa membantunya kan karena dana Anda sudah ada? Bukan begitu?

2. Kendaraan 
Kendaraan bisa Anda berikan kepada anak saat dia SMU. Jangan lupa, dengan memberikan kendaraan, Anda bisa melatihnya bertanggung jawab dalam merawat kendaraan. Mungkin di awal dia tidak terlalu pintar dalam merawat kendaraannya. Namun, di mana-mana orang butuh latihan kan? Kalau bukan Anda yang melatihnya terlebih dulu, siapa lagi?

3. Rumah 
Tidak ada salahnya Anda juga mempersiapkan tabungan untuk persiapannya membeli rumah ketika ia sudah menikah nanti. Hanya saja perlu diingat bahwa menabung untuk rumah tidak selalu mudah dilakukan, mengingat sebagian dari Anda sendiri mungkin juga belum memiliki rumah sendiri sekarang. Namun ingat, rumah adalah sesuatu yang bisa diwariskan.

Dengan mempersiapkan dana untuk membeli rumah bagi anak, paling tidak Anda sudah mempersiapkan diri ketika kelak anak Anda menikah dan belum mampu memiliki rumah sendiri. Namun jangan janjikan apa-apa kepada anak Anda sampai Anda rasa dia memang betul-betul tidak bisa membeli rumah sendiri. Kalau Anda janjikan rumah dari sekarang, wah, Anda tidak mendidik dia dong.
                                                         
diambil dari: kompas.com

Sabtu, 06 Desember 2008

Asuransi Jiwa :::: DEMI MASA DEPAN

Indonesia merupakan salah satu negara dimana kebanyakan penduduknya masih kurang sadar akan perlunya asuransi, terutama asuransi jiwa. Istilahnya, belum asuransi minded. Kebanyakan malahan lebih ingin mengasuransikan barang-barangnya seperti mobil rumah dll daripada jiwanya. Membicarakan asuransi jiwa memang sepertinya masih agak tabu di Indonesia, karena membicarakan mengenai hal yang sangat tidak diinginkan, yaitu kematian.

Padahal, seperti yang biasa saya katakan, resiko itu bukannya untuk dihindari, tetapi untuk di-manage. Kematian tidak dapat dihindari. Setiap orang pasti meninggal dunia. Nah, dengan asuransi jiwa, kita dapat memanage resiko kematian kita dengan meninggalkan hal-hal yang berharga dan bermanfaat bagi keluarga yang kita tinggalkan ketika meninggal. Jadi, kalau berbicara asuransi jiwa, mohon buka pikiran Anda untuk dapat membicarakan mengenai kematian.

Kalau di negara-negara maju seperti Amerika, kebanyakan penduduknya sudah sadar akan pentingnya asuransi sehingga seringkali mereka mencari sendiri asuransi, bahkan tanpa ditawari oleh agen asuransi.

Nah, perlukah asuransi jiwa? Menurut saya, asuransi jiwa itu penting sekali. Kenapa? Berikut ini beberapa contoh kasus:

  1. Dengan memiliki asuransi jiwa, saya sudah memberikan bekal untuk keluarga saya apabila saya meninggal dunia, dimana perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang (uang pertanggungan) kepada ahli waris saya, dalam hal ini keluarga saya. Uang tersebut dapat digunakan untuk biaya sekolah anak-anak saya dll.
  2. Apabila saya mengalami cacat tubuh dan tidak dapat bekerja lagi, saya juga akan mendapatkan uang pertanggungan dari perusahaan asuransi untuk bekal hidup saya.

Itu adalah 2 contoh paling umum dari asuransi jiwa. Apabila diperluas lagi, sesuai produk masing-masing perusahaan asuransi, masih banyak lagi manfaat-manfaat dari asuransi jiwa, diantaranya:

  1. Ketika saya terdiagnosa terkena penyakit kritis, perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang untuk biaya pengobatan saya. Jenis penyakit kritis berbeda untuk setiap perusahaan asuransi, tapi yang umum itu seperti stroke, penyakit jantung dll.
  2. Selain mendapatkan biaya pengobatan, saya juga bisa dibebaskan dari premi, sehingga apabila saya harus bayar premi selama 10 tahun dan di tahun ke-2 saya terdiagnosa penyakit kritis, maka untuk 8 tahun selanjutnya saya tidak perlu lagi membayar premi dan malahan perusahaan asuransi yang balik membayarkan premi saya, sehingga tabungan saya di asuransi tersebut tetap berjalan.
  3. Masuk rumah sakit? Biayanya diganti oleh perusahaan asuransi. Harap diingat bahwa jumlah uang yang diganti belum tentu 100%, tergantung dari produk asuransinya.

Nah, itu hanya sebagian kecil saja dari manfaat-manfaat asuransi yang bisa Anda dapatkan ketika Anda beli asuransi jiwa. Tapi manfaat-manfaat tersebut biasanya terdapat dalam produk-produk asuransi modern yang sudah dipaketkan. Apabila Anda membeli jenis asuransi jiwa tradisional, biasanya manfaat-manfaat yang Anda dapatkan hanya seperti pada contoh yang pertama di atas.

Asuransi jiwa masa kini biasanya sudah digabungkan dengan produk investasi. Jadi selain Anda mendapatkan manfaat-manfaat asuransi, Anda juga sekaligus menabung. Uang Anda yang dapat dicairkan itu disebut dengannilai tunai. Jadi ketika Anda meninggal, ahli waris Anda akan mendapatkan uang pertanggungan plus nilai tunai polis asuransi Anda.

Contoh kasus lain dari manfaat asuransi:

  1. Anda punya hutang yang besar, lalu Anda meninggal. Siapa yang harus melunasi hutang itu? Tentunya keluarga Anda yang akan ditagih kan? Nah, uang pertanggungan yang dibayarkan perusahaan asuransi kepada keluarga Anda bisa digunakan untuk membayar hutang. Harap diingat ini adalah skenario yang sangat buruk! Bebaskan diri Anda dari hutang! Makanya mulai menabung sedini mungkin… Lebih baik Anda memberikan warisan berupa uang yang bisa dipakai untuk keperluan lain kan daripada dipakai untuk membayar hutang?
  2. Anda punya karyawan yang sangat bagus kerjanya. Anda asuransikan karyawan Anda tersebut. Lalu karyawan Anda itu meninggal, maka Anda punya uang untuk menutupi kerugian perusahaan sambil mencari karyawan baru.

Itulah sekilas mengenai manfaat asuransi jiwa. Singkat sekali, tapi semoga bagi Anda yang belum punya asuransi jiwa atau yang selama ini anti asuransi jiwa bisa memahami pentingnya asuransi jiwa bagi diri Anda dan keluarga. 


form :  http://mysunlife.multiply.com/ 



Kebutuhan vs Keinginan


Hati-hati kalau Anda tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Karena kalau Anda tidak bisa membedakan yang mana itu yang masuk sebagai kebutuhan dan yang mana yang sebenarnya masuk sebagai keinginan, bisa-bisa Anda menjadi orang yang boros.

Dan boros ini bisa menjadi biang masalah dalam keuangan Anda. Dengan hidup boros, lama kelamaan bisa terjadi defisit. Pemasukan Anda sudah tidak mampu lagi membiayai pengeluaran yang terus membesar karena sifat boros. Dan kalau sudah defisit, seringkali mencari jalan keluar yang singkat yaitu dengan berhutang. Hutang, apalagi yang berbunga, bisa membuat Anda bangkrut. Dan bangkrut itu adalah akhir dari nasib keuangan Anda.

Karena tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, maka dengan ringannya Anda bisa mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli sesuatu. Padahal mungkin uang itu akan lebih bermanfaat kalau sekiranya digunakan untuk hal lainnya.

Tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan juga bisa membuat Anda tidak bisa menentukan dengan baik prioritas dalam melakukan pembelanjaan. Malah, bisa jadi Anda mengorbankan suatu kebutuhan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Apa sih bedanya antara kebutuhan dan keinginan?

Sebenarnya tidak ada batasan yang pasti untuk menentukan perbedaan antara kebutuhan atau keinginan. Tapi sebagai panduan, seroang kawan saya memberi definisi berikut:

Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada diantara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera.

Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.

Itu kalau kita lihat dari segi kepuasan atau kesejahteraan seseorang. Tapi yang namanya kesejahteraan dan kepuasan juga sangat relatif bagi setiap orang. Sedangkan saya sendiri berpendapat bahwa untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya. Sesuatu dikatakan sebagai keinginan kalau sudah merupakan tambahan atas fungsi utamanya.

Contoh sederhana, makan adalah kebutuhan yang tidak terelakan. Bukan cuma manusia, setiap makhluk hidup butuh yang namanya makan. Makan akan memberikan tenaga dan kesehatan bagi manusia, maka makan makanan yang bergizi adalah kebutuhan kita semua.

Makanan memiliki fungsi utama sebagai sumber energi untuk tubuh. Sedangkan memberikan rasa enak adalah fungsi tambahan dari makanan. Maka makanan enak adalah keinginan, bukan kebutuhan. Tapi bukan berarti tidak boleh makan makanan yang enak-enak. Hanya saja kita perlu mempertimbangkan dulu apakah pengeluaran untuk makanan enak itu akan mengorbankan kebutuhan yang lain atau tidak.

Contoh lain. Berpakaian adalah kebutuhan kita agar terlindung dari cuaca. Pakaian juga berfungsi untuk menjaga aurat yang musti kita jaga. Bagi sebagian orang mungkin memang dibutuhkan untuk berpakaian dengan jenis tertentu untuk kepantasannya, seperti memakai dasi atau jas. Tapi apakah perlu memakai pakaian yang bermerk dan mahal? Saya rasa pakaian bermerk dan mahal bukan lagi kebutuhan, tapi keinginan saja.

Rumah juga kebutuhan, tempat kita tinggal dan bernaung. Agar rumah bisa berfungsi dengan baik, rumah juga ditunjang dengan berbagai perlengkapan rumah tangga seperti televisi, kulkas, dan perabotan lainnya. Setiap alat dan perabotan itu memiliki fungsinya masing-masing. Selama itu digunakan sesuai dengan fungsinya, itu adalah kebutuhan. Tapi kalau sudah digunakan untuk “pamer”, sekedar menunjukkan kepada tetangga bahwa kita pun mampu membeli seperti mereka. Saya rasa itu bukan lagi kebutuhan, itu hanya keinginan. Dan keinginan seperti ini sebaiknya tidak dituruti.

Standar kebutuhan dan keinginan bagi setiap orang bisa jadi berbeda. Tentunya sangat tergantung dari kondisi lingkungan, aktivitas harian, tuntutan pekerjaan/profesi dan sebagainya.

Bagi sebagian orang, mobil sudah merupakan kebutuhan. Untuk bisa menunjang aktifitasnya yang banyak di luar rumah dan sering bepergian, maka mobil adalah alat transportasi yang menjadi kebutuhan. Jika fungsi mobil adalah untuk alat transportasi, membawa kemana kita akan pergi.

Tapi seringkali kita punya keinginan untuk menambah berbagai macam aksesories mobil, bukan untuk menambah kenyamanan atau kemanan berkendara, tapi hanya sekedar mempercantik penampilannya saja. Saya rasa itu bukan kebutuhan, itu cuma keinginan saja. Dan keinginan ini bisa ditunda kalau semua kebutuhan yang lain sudah terpenuhi dengan baik.

Apalagi memiliki beberapa jenis mobil, padahal kita hanya bisa menggunakannya satu saja. Saya rasa itu sudah jelas keinginan, sama sekali bukan kebutuhan.

Kalau kita sudah bisa membedakan yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan maka kita bisa menentukan prioritas, mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda.

Tidak ada salahnya memang kita memenuhi keinginan kita untuk sekali-kali makan di restoran untuk merayakan sesuatu, atau memasang aksesori mobil agar lebih aman dan nyaman. Tapi ingat, jangan sampai hal iu mengorbankan kebutuhan kita yang lain yang lebih penting.

Walaupun mungkin kini Anda merasa mampu untuk memenuhi semua keinginan Anda, tapi kita tetap harus bijaksana, jangan sampai lupa akan kebutuhan di masa yang akan datang. Kita harus mempersiapkan dana pensiun kita agar bisa menikmati hari tua dengan tenang, kita juga harus mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anak kita, dan itu semua adalah kebutuhan masa depan yang harus disiapkan sejak sekarang.

Yang harus diingat adalah, jangan sampai memenuhi keinginan dengan mengabaikan kebutuhan. Dan jangan sampai melupakan bahwa kebutuhan tidak musti semua datang sekarang, karena masih ada kebutuhan untuk dipenuhi di masa depan. Sedangkan yang namanya keinginan manusia tidak akan pernah ada batasnya, nanti atau sekarang.

Jadi, buat apa memenuhi keinginan Anda sekarang tapi mengorbankan kebutuhan Anda dan keluarga di masa depan.